Jakarta, 31 Oktober 2025 – Ribuan guru madrasah dari berbagai penjuru Indonesia memadati kawasan pusat ibu kota untuk mengikuti “Aksi Damai Penyampaian Aspirasi Nasional”. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai organisasi profesi guru, antara lain Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN), Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), serta Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI). Salah satu peserta aksi damai ini yakni Ikhsanudin Dwi Rinanto, S.Sos, selaku guru MTs Al Ma’had An Nur sekaligus anggota PGIN Kabupaten Bantul. Rombongan dari DIY berangkat bersama dan berkumpul di Masjid Istiqlal, sebelum bergerak menuju tiga titik aksi utama, yaitu Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, dan Istana Negara.

Aksi ini berjalan dengan tertib dan damai. Para guru honorer dan pendidik madrasah swasta menyuarakan tiga tuntutan utama sebagai bentuk perjuangan mereka terhadap kesejahteraan profesi guru. Tuntutan tersebut meliputi: a) pengangkatan ASN/PPPK bagi seluruh guru madrasah swasta yang memiliki SK Inpassing, b) pengakuan masa kerja bagi seluruh guru sertifikasi inpassing di madrasah swasta, c) pembayaran selisih tunggakan Tunjangan Profesi Guru (TPG) inpassing.
Dalam aksi tersebut, perwakilan organisasi guru diterima langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) bersama sejumlah Direktur Jenderal Kementerian Agama. Hasil audiensi membawa angin segar bagi para pendidik madrasah. Beberapa keputusan penting yang dihasilkan antara lain: a) pembahasan percepatan pengangkatan PPPK bagi guru honorer swasta melalui koordinasi lintas Kementerian, b) percepatan penerbitan SK sertifikasi dan inpassing bagi guru madrasah, c) rencana audiensi bersama Presiden yang akan melibatkan perwakilan organisasi profesi guru.

Meski digelar dalam skala besar, aksi ini berlangsung dengan penuh kedamaian dan semangat solidaritas. Para guru berharap, perjuangan dan suara mereka hari ini tidak sekadar didengar, tetapi juga ditindaklanjuti melalui kebijakan nyata yang berpihak pada kesejahteraan pendidik di seluruh Indonesia. Dengan semangat persatuan dan perjuangan, ribuan guru madrasah menunjukkan bahwa pendidik bukan hanya pahlawan tanpa tanda jasa, tetapi juga pejuang yang teguh memperjuangkan kesejahteraan dan martabat profesi demi masa depan pendidikan bangsa.