mtssannurngrukem@gmail.com
WORKSHOP BUDAYA DISIPLIN POSITIF DI MTS AL MA’HAD AN NUR
WORKSHOP BUDAYA DISIPLIN POSITIF DI MTS AL MA’HAD AN NUR
Diterbitkan : Sun, 1 February 2026
Penulis : Sarfa Adelia
WhatsApp-Image-2026-01-30-at-22.58.01

Bantul, 29 Januari 2026 – Sebagai bentuk upaya mewujudkan terciptanya lingkungan belajar yang ramah anak, MTs Al Ma’had An Nur menyelenggarakan “Workshop Budaya Disiplin Positif” yang diikuti oleh seluruh guru dan karyawan. Workshop ini digelar di ruang aula madrasah yang dilaksanakan pukul 13.00 – 15.00 WIB, kegiatan ini turut menghadirkan dua narasumber yakni Dra. Hj. Ening Yuni Sholeh Astuti, M.A dan Pandu Kusumahadi, S.Kom. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru serta karyawan dalam menerapkan pendekatan disiplin positif yang humanis, edukatif, dan tanpa kekerasan. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak, sehingga peserta didik dapat berkembang secara optimal baik secara akademik maupun karakter. 


Materi pertama tentang Budaya Disiplin Positif di Madrasah disampaikan oleh Ibu Dra. Hj. Ening Yuni Sholeh Astuti, M.A., selaku Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa disiplin positif merupakan pendekatan dalam mendidik perilaku peserta didik dengan mengedepankan sikap saling menghargai, empati, serta tanpa kekerasan. Beliau menegaskan bahwa disiplin positif bukanlah tentang pemberian hukuman, melainkan tentang proses pembelajaran, penumbuhan kesadaran, dan pembentukan karakter peserta didik.

Materi kedua dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Budaya Disiplin Positif dan Hubungan Positif dengan Siswa yang disampaikan oleh Pandu Kusumahadi, S.Kom. Pada sesi ini disampaikan bahwa fokus utama dalam penerapan disiplin positif adalah terbangunnya konektivitas yang kuat antara guru dan siswa. Guru perlu memahami bahwa tidak ada istilah “anak nakal”, yang ada hanyalah perilaku yang kurang tepat (misbehavior). Perilaku tersebut muncul sebagai respons terhadap kebutuhan emosional, sosial, atau akademik siswa yang belum terpenuhi, sehingga perlu dipahami sebagai sinyal yang harus dicermati, bukan kesalahan yang semata-mata harus dihukum. Oleh karena itu, guru diharapkan mampu melihat latar belakang peserta didik serta mengembangkan pola pikir yang terbuka agar dapat memandang permasalahan dari berbagai sudut pandang dan menemukan solusi terbaik. Sebagai penutup, beliau menyampaikan pesan inspiratif, “Anak yang merasa dicintai akan lebih mudah diarahkan. Maka di madrasah, cinta adalah kurikulum utama, dan disiplin positif adalah bahasanya.”


Kegiatan workshop ini berlangsung dengan suasana yang kondusif dan interaktif. Dengan terselenggaranya workshop ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman guru dan karyawan mengenai konsep disiplin positif sehingga dapat tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu mendukung perkembangan karakter siswa sehingga mewujudkan madrasah ramah anak.

Berita

Artikel Lainnya

SINERGI DAN EVALUASI: RAPAT...
Bantul, 1 Oktober 2026 – MTs Al Ma’had An Nur kembali menggelar rapat rutin guru dan karyawan dengan...
Sat, 3 October 2026 | 9:23
KEGIATAN PEMBINAAN PESERTA DIDIK...
Bantul, 29 September 2026 – MTs Al Ma’had An Nur menyelenggaran kegiatan pembinaan bagi murid kelas VIII yang...
Sat, 3 October 2026 | 9:16
PENDAMPINGAN KEDUA PERSIAPAN AKREDITASI...
Bantul, 25 September 2026 – MTs Al Ma’had An Nur kembali menerima visitasi dari Tim Dinas Perpustakaan dan...
Sat, 3 October 2026 | 8:54
UPACARA BENDERA MTS AL...
Bantul, 21 September 2026 – MTs Al Ma’Had An Nur melaksanakan upacara bendera di halaman madrasah dengan khidmat...
Sat, 3 October 2026 | 8:49