Bantul, 14 Juni 2026 – MTs Al Ma’had An Nur menggelar Ujian Praktik Kepesantrenan yang dilaksanakan pada hari Minggu, 14 Juni 2026 bertempat di ruang kelas. Agenda rutin setiap akhir semester ini wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas VII dan VIII. Sebagai madrasah berbasis pesantren yang mengintegrasikan sistem pendidikan formal dan kepesantrenan, program kekhasan lokal ini bertujuan untuk mengukur capaian pemahaman serta keterampilan tata cara ibadah (ubudiyah) siswa. Koordinator Kepesantrenan, Ahmad Mustajib, S.Pd., menegaskan bahwa standardisasi evaluasi yang berlangsung di ruang kelas ini bertujuan untuk menjamin mutu kelulusan. Melalui ujian ini, madrasah memastikan bahwa setiap alumni tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi santri yang kompeten, berkualitas, dan siap mengaplikasikan ilmu keagamaan mereka di tengah masyarakat.

Adapun materi Ujian Praktik Kepesantrenan pada semester genap ini dirancang secara berjenjang guna menyesuaikan kebutuhan perkembangan spiritual siswa di setiap tingkatannya. Bagi jenjang kelas VII, materi ujian difokuskan pada penguasaan hafalan Asma’ul Husna serta pelafalan doa-doa esensial, khususnya doa akhir belajar dan doa menghadapi ujian. Sementara itu, untuk jenjang kelas VIII, fokus kurikulum ujian beralih pada materi Fiqih Keputrian yang bertujuan memberikan pembekalan dan pemahaman yang matang kepada para siswi mengenai hukum-hukum kewanitaan sesuai dengan syariat Islam.
Proses pengujian dalam kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara para guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) MTs Al Ma’had An Nur dan para asatidz/asatidzah dari Pondok Pesantren An Nur. Ahmad Mustajib memastikan bahwa seluruh tim penguji memiliki kompetensi dan kualifikasi yang mumpuni untuk menilai secara objektif sejauh mana siswa dapat memahami serta mempraktikkan materi yang diujikan. Hasil dari evaluasi ini nantinya akan dikonversikan menjadi nilai akumulatif yang berfungsi sebagai salah satu syarat mutlak dalam pemberian sertifikat kelulusan. Melalui pelaksanaan agenda rutin ini, besar harapan agar kegiatan tersebut dapat menjadi stimulus positif bagi siswa untuk terus meningkatkan kualitas keilmuan dan spiritualitasnya, sehingga mereka mampu bertransformasi menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.