Bantul, 13 Juli 2026 – Mengawali tahun ajaran baru, MTs Al Ma’had An Nur melaksanakan rapat awal tahun ajaran 2026/2027 yang diikuti oleh seluruh guru dan karyawan MTs Al Ma’had An Nur di ruang guru. Kegiatan rapat tidak hanya menjadi agenda rutin, namun juga sebagai sarana penyampaian informasi, evaluasi, dan koordinasi untuk memperkuat komitmen dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Rapat dipimpin langsung oleh kepala madrasah, Muhammad Sabiq Abqorie, M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan bapak/ibu guru dan karyawan yang sudah membersamai siswa-siswi MTs Al Ma’had An Nur di tahun ajaran 2025/2026. Beliau juga mengajak para guru dan karyawan untuk kembali meluruskan niat untuk mendidik dan memberi pelayanan kepada murid.

Rapat dilanjutkan dengan penyampaian agenda madrasah Bulan Juli. MTs Al Ma’had An Nur telah melaksanakan kegiatan MATA MUDA (Masa Ta’aruf Murid Madrasah), apel pagi serta rapat awal tahun ajaran 2026/2027. Untuk rapat koordinasi program madrasah lainnya akan diagendakan segera. Tahun ajaran ini turut membawa warna baru dalam jajaran struktural madrasah. Posisi wakil kepala madrasah bidang akademik kini diemban oleh Rizka Nurilah, S.Pd.I., Gr. yang resmi dilantik sebagai Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum. Beliau menyampaikan bahwa saat ini madrasah siap menerapkan Kurikulum Merdeka yang diintegrasikan dengan pendekatan deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Berdasarkan KMA 1503, struktur kurikulum tahun ini akan mengakomodasi mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan. Ada pula penambahan jam untuk kokulikuler yang disesuaikan dengan jenjang kelas masing-masing. Madrasah juga terus mematangkan program kelas unggulan, yang meliputi Kelas Sains dan Kelas Tahfidz dengan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak.
Guna mencetak generasi yang berkarakter, madrasah menerapkan aturan kedisiplinan yang lebih ketat. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan dimulai pada pukul 06.50 WIB yang diawali dengan pembiasaan pembacaan Asmaul Husna bersama, madrasah hanya memberikan toleransi keterlambatan selama 5 menit. Selain itu, sistem presensi siswa kini diberlakukan secara ganda, yaitu pada pagi hari dan setelah jam istirahat. Siswa yang melanggar atau tidak disiplin akan dikenakan sanksi, penambahan poin, maupun pembinaan. Tak hanya siswa, madrasah juga akan melakukan pembinaan bagi guru dan karyawan untuk meminimalisir keterlambatan dan kekosongan jam efektif pembelajaran. Dari sisi sarana dan prasarana, lingkungan madrasah tampil dengan wajah baru demi meningkatkan kenyamanan belajar, diantaranya penambahan ruang kelas baru, perombakan ruang guru, penambahan loker untuk guru, dan finishing serta pemasangan ornamen di depan madrasah.
