Bantul, 25 Juli 2026 – UPTD Puskesmas Sewon I menyelenggarakan Rapat Koordinasi Skrining Kesehatan Jiwa Anak Sekolah dan Persiapan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada Kamis, 23 Juli 2026, di Aula Puskesmas Sewon I. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah dari Kementerian Kesehatan sekaligus memperkuat koordinasi layanan kesehatan di lingkungan sekolah.Rapat diikuti oleh Guru Bimbingan dan Konseling (BK) jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK di wilayah kerja Puskesmas Sewon I. MTs Al Ma’had An Nur diwakili oleh Agustina Sulistianingsih, S.Pd.
Kegiatan diawali dengan pengantar dari Yuliana Eka Rahman, S.Tr.Keb. yang menyampaikan pentingnya sinergi antara puskesmas dan satuan pendidikan dalam pelaksanaan skrining kesehatan peserta didik serta persiapan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Materi pertama disampaikan oleh dr. Yuni Sri Rahayu mengenai hasil Skrining Kesehatan Sekolah yang meliputi pemeriksaan telinga, mata, gigi, status gizi, tekanan darah, kebugaran jasmani, kesehatan reproduksi, kesehatan jiwa, imunisasi, hingga penyakit kulit. Hasil skrining menunjukkan sekitar 66% peserta didik memiliki aktivitas fisik yang rendah, 32% mengalami gejala kecemasan, 21% gejala depresi ringan, dan 9% gejala depresi berat. Temuan tersebut menjadi data awal yang perlu dikonfirmasi oleh sekolah melalui guru dan Guru BK sebagai dasar pemberian pendampingan maupun rujukan lanjutan. Selanjutnya, Septi Ayu Purnama Sari, S.K.M. memaparkan penguatan Program Sekolah Sehat, khususnya layanan konseling bagi peserta didik. Guru dan Guru BK diharapkan mampu menjadi pendamping awal dalam mengenali perubahan perilaku siswa. Sebagai bentuk dukungan, Puskesmas akan melaksanakan pelatihan bagi guru, kader kesehatan sekolah, dan Kader First Aider melalui Program Sekolah Sehat Jiwa (Jawara). Materi terakhir mengenai persiapan BIAS disampaikan oleh Yuliana Eka Rahman, S.Tr.Keb. yang menekankan kesiapan pelaksanaan imunisasi MR dan HPV, mulai dari penyusunan jadwal, kesiapan logistik, hingga koordinasi dengan pihak sekolah.
Melalui kegiatan ini menghasilkan kesepahaman bahwa hasil skrining kesehatan menjadi dasar penting dalam menentukan intervensi kesehatan di lingkungan sekolah. Tingginya temuan terkait rendahnya aktivitas fisik, masalah kesehatan gigi, tekanan darah tinggi, serta gejala kecemasan dan depresi menunjukkan perlunya kolaborasi yang lebih erat antara sekolah dan puskesmas. Selain itu menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah dan puskesmas dalam menindaklanjuti hasil skrining, memperkuat layanan konseling, serta mempersiapkan pelaksanaan BIAS melalui perencanaan jadwal, logistik, dan koordinasi lintas sektor yang lebih terstruktur.
Kontributior: Agustina Sulistianingsih