Bantul, 1 Agustus 2026 – Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (K2MTs) Bantul mengadakan Workshop penguatan implementasi kokurikuler di madrasah pada Rabu, 29/7/26, bertempat di MTs Negeri 4 Bantul. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Wakil bidang Kurikulum MTs se-Kabupaten Bantul sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi waka kurikulum dalam Menyusun perencanaan, pelaksanaan kokurikuler sesuai dengan kebijakan terbaru Kementerian Agama. Pada kegiatan tersebut, MTs Al Ma’had An Nur mendelegasikan Rizka Nurillah, S.Pd.I selaku waka kurikulum untuk mengikuti workshop tersebut. kegiatan ini menghadirkan Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum yang menjabat sebagai Ketua Tim Kerja Kurikulum dan Kesiswaan (sebelumnya Sub Koordinator Kurikulum dan Kesiswaan) pada Bidang Pendidikan Madrasah di Kanwil Kemenag DIY sebagai narasumber utama.
Acara diawali sambutan dari ketua K2MTs Sugeng Muhari, S.Pd, Si, M.Pd, beliau berharap kegiatan ini dapat menyamakan persepsi dan regulasi terkait kegiatan kokurikuler disemua madrasah, Selain itu mendorong setiap madrasah untuk saling berbagi pengalaman, inovasi, dan best practice dalam mengembangkan program kokurikuler yang efektif, sambutan berikutnya disampaikan koordinator pengawas Miftahul Bahri, M.Pd, beliau menjelaskan bahwa workshop ini diselenggarakan karena masih terdapat perbedaan pemahaman antar madrasah dalam menerjemahkan kebijakan Kementerian Agama terkait implementasi pembelajaran kokurikuler. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi forum penyamaan persepsi sekaligus penguatan kapasitas bagi para Waka Kurikulum.

Pada sesi inti, Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum. memaparkan materi bertajuk “Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia“. Beliau menjelaskan bahwa madrasah yang unggul adalah madrasah yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik secara optimal melalui sinergi kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Menurutnya, kegiatan kokurikuler memiliki peran strategis dalam membangun karakter peserta didik melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang kontekstual dan bermakna, sehingga kurikulum harus mampu memfasilitasi penguatan karakter tersebut. Dalam kesempatan itu, beliau juga mendorong setiap madrasah untuk segera menetapkan Surat Keputusan (SK) Tim Kokurikuler dan Tim Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai langkah awal penguatan implementasi kebijakan di madrasah. Melalui workshop ini, diharapkan seluruh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MTs di Kabupaten Bantul memiliki pemahaman yang selaras dalam merancang dan mengimplementasikan program kokurikuler sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan keterampilan para pengelola kurikulum sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di madrasah.
Kontributor : Rizka Nurillah