Bantul, 11 Februari 2026 — Guru MTs An Nur yakni Ikhsanudin Dwi Rinanto, S.Sos, dan Siti Nur Lukluah. S .Pd, mengikuti kegiatan Workshop Penyusunan Modul Ajar Berbasis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) pada pukul 11.00–15.30 WIB. Kegiatan ini bertempat di MTsN 2 Bantul dan diikuti oleh seluruh guru mata pelajaran IPS jenjang MTs se-Kabupaten Bantul. kegiatan ini dilakukan oleh MGMP IPS MTs Kabupaten Bantul bagian dari upaya dalam meningkatkan kompetensi guru IPS, khususnya dalam memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta yang terintegrasi dengan pendekatan pembelajaran mendalam.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah sebagai bentuk penguatan nilai religius dan nasionalisme. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua MGMP IPS MTs Kabupaten Bantul, Drs. Sumarno, M.A. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada MTsN 2 Bantul yang telah memfasilitasi tempat dan seluruh kebutuhan kegiatan, serta kepada seluruh anggota MGMP IPS yang berkenan hadir dan berpartisipasi aktif dalam workshop. Beliau berharap kegiatan ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat dan dapat diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran di madrasah masing-masing.

Acara inti workshop diisi oleh Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Suhadi, M.Pd. Dalam penyampaian materinya, beliau menegaskan bahwa implementasi KBC menuntut guru untuk mengedepankan nilai-nilai cinta dalam pembelajaran. Guru diharapkan mampu berperan sebagai sahabat dan penuntun siswa, menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta menjadi ruang yang mendukung siswa untuk berekspresi secara positif tanpa rasa takut. Setelah pemaparan materi konseptual, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung penyusunan modul ajar berbasis KBC, dimulai dari perumusan tujuan pembelajaran hingga penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) KBC. Para peserta menyusun modul ajar secara mandiri dengan menggunakan laptop masing-masing, sehingga proses pembelajaran dalam workshop berlangsung aktif dan aplikatif. Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan seluruh guru IPS dapat melaksanakan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan pembelajaran mendalam di madrasah masing-masing, guna mewujudkan pembelajaran yang bermakna, humanis, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.
Penulis: Siti Nur Lukluah