Bantul, 15 Mei 2026 – Kepala MTs Al Ma’had An-Nur menghadiri kegiatan rapat koordinasi Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (K2MTs) Kabupaten Bantul yang dilaksanakan di Warung Ingkung Sor Sawo, Pajangan. Pada kegiatan tersebut, MTs Muhammadiyah Bambanglipuro bertindak sebagai tuan rumah. Rapat dimulai pukul 12.30 WIB hingga selesai dan diikuti oleh seluruh kepala MTs negeri maupun swasta se-Kabupaten Bantul dengan mengenakan seragam khas K2MTs berwarna hijau corsa. Kegiatan diawali dengan sambutan tuan rumah yang disampaikan oleh Sena, S.Pd.I., M.Pd. selaku Kepala MTs Muhammadiyah Bambanglipuro sekaligus pemaparan best practice madrasah. Acara kemudian dilanjutkan rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Ketua K2MTs Kabupaten Bantul, Sugeng Muhari, S.Pd., M.Pd. Dalam forum tersebut dibahas beberapa agenda penting, di antaranya:
- Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama DIY
Program ini merupakan bentuk apresiasi kepada guru, kepala madrasah, pengawas, laboran, pustakawan, dan guru lintas iman yang dinilai memiliki inspirasi, inovasi, serta dedikasi tinggi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Jadwal pendaftaran dan unggah dokumen dilaksanakan pada 11–22 Mei 2026. Seleksi tingkat Kabupaten Bantul berlangsung pada 25–29 Mei 2026, sedangkan pemenang akan mengikuti seleksi tingkat provinsi pada 5–12 Juni 2026.
- Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) 2026
Pada Tahun ini Kabupaten Bantul dipercaya menjadi tuan rumah pkm tingkat provinsi yang akan dilaksanakan di MTsN 4 Bantul pada tanggal 8–9 September 2026.
- Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026
OMI merupakan ajang kompetisi akademik bagi siswa madrasah yang menjadi transformasi dari Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Pelaksanaan direncanakan bertempat di MTsN 6 Bantul dan saat ini masih menunggu edaran petunjuk teknis resmi.
- Perkemahan Karya Siswa Madrasah (Perkasisma) 2026
Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan karakter, kepemimpinan, keterampilan, dan kerja sama siswa melalui kegiatan kepramukaan. Perkasisma akan dilaksanakan pada 28–30 Juli 2026 di kawasan Prambanan. Madrasah negeri diwajibkan mengirimkan dua regu putra dan putri, sedangkan madrasah swasta diperbolehkan mengirim satu atau dua regu.
