MTs Al Ma’had An Nur baru saja memperingati hari lahirnya yang ke-32. Momentum ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang dalam mengemban amanah pendidikan. Berakar kuat dari tradisi pesantren, madrasah ini terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mampu memadukan keunggulan akademik dengan nilai-nilai keislaman.
- Sejarah Berdiri
Latar belakang berdirinya MTs Al Ma’had An Nur tidak lepas dari tingginya minat masyarakat dan alumni yang menginginkan putra-putrinya dapat mondok sekaligus menempuh pendidikan formal di lingkungan Pondok Pesantren An-Nur. Selain itu, adanya santri yang bersekolah di luar pesantren dinilai kurang mendukung kondusivitas lingkungan pembelajaran dipesantren. Berangkat dari berbagai pertimbangan tersebut, serta dorongan dari alumni, tokoh masyarakat, dan instansi pendidikan, pengasuh sekaligus pendiri, KH. Nawawi Abdul Aziz, akhirnya merealisasikan pendirian lembaga pendidikan formal yang terintegrasi dengan sistem pesantren. Gagasan tersebut terwujud pada tahun 1994, ditandai dengan terbitnya SK Kanwil Departemen Agama DIY Nomor 24/KTPS/1994 tertanggal 21 April 1994. Sejak saat itu, MTs Al Ma’had An Nur resmi berdiri di bawah naungan Yayasan Al Ma’had An Nur dengan identitas “santri-siswa, siswa-santri”, yang mengintegrasikan kurikulum pendidikan umum dan kepesantrenan secara seimbang.

Gambar: bangunan lama
MTs Al Ma’had An Nur berlokasi di kawasan perkampungan yang asri, tepatnya di Dusun Ngrukem, Pendowoharjo, Sewon, Bantul. Letaknya cukup strategis, sekitar 1 km dari pusat Kota Bantul dan kurang lebih 8 km dari Kota Yogyakarta. Akses menuju madrasah pun relatif mudah dan terjangkau melalui berbagai sarana transportasi, sehingga memudahkan mobilitas siswa, guru, maupun masyarakat. Meskipun berada di lokasi yang strategis, lingkungan madrasah tetap menyatu dengan kawasan pesantren yang kondusif. Suasana yang tenang, nyaman, dan religius menjadi keunggulan tersendiri dalam mendukung proses pembelajaran. Lingkungan ini tidak hanya menunjang kegiatan akademik, tetapi juga sangat efektif dalam membentuk karakter dan kebiasaan positif siswa dalam kehidupan sehari-hari.
- Perkembangan Lembaga
Seiring berjalannya waktu, MTs Al Ma’had An Nur menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Pada awal berdiri, madrasah ini hanya memiliki satu rombongan belajar dengan sekitar 20 siswa. Kini, jumlah tersebut berkembang menjadi 30 rombongan belajar dengan rata-rata 32 siswa per kelas, sehingga total peserta didik mencapai sekitar 970 siswa. Program pendidikan yang ditawarkan pun semakin beragam, meliputi kelas sains, kelas tahfidz, dan kelas kitab sebagai ciri khas madrasah berbasis pesantren. Sistem pemisahan ruang belajar antara putra dan putri serta kewajiban mukim di asrama menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian siswa.

Dari sisi sumber daya manusia, MTs Al Ma’had An Nur didukung oleh 54 tenaga pendidik, dengan mayoritas berkualifikasi S1 dan beberapa di antaranya S2 yang linier dengan bidang keahlian. Selain itu, sebanyak 21 guru telah tersertifikasi. Tenaga kependidikan berjumlah 14 orang, yang terdiri dari staf tata usaha, pustakawan, laboran, petugas keamanan, dan kebersihan, dengan sebagian besar telah berkualifikasi S1 sesuai bidang tugasnya. Dalam hal sarana dan prasarana, madrasah memiliki fasilitas yang representatif, antara lain empat gedung bertingkat, ruang kelas, laboratorium IPA dan komputer, perpustakaan, musala, ruang BK, UKS, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. Semua ini terus dikembangkan guna menciptakan lingkungan belajar yang efektif, nyaman, dan berdaya saing.
- Prestasi Lembaga
Komitmen terhadap mutu pendidikan dibuktikan dengan keberhasilan MTs Al Ma’had An Nur mempertahankan akreditasi “A” sampai saat ini. Tidak hanya itu, pada tahun 2025 madrasah juga berhasil meraih Juara 1 Lomba Madrasah Hebat tingkat MTs Swasta se-Kabupaten Bantul yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Penilaian dalam ajang tersebut meliputi berbagai aspek, seperti kualitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana, tata kelola administrasi, inovasi kepemimpinan, serta implementasi standar operasional prosedur (SOP). Selain itu, prestasi siswa juga berhasil diraih berkat adanya kegiatan ekstrakurikuler. Dalam satu tahun terakhir, siswa MTs Al Ma’had An Nur berhasil menorehkan sebanyak 43 prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Peringatan harlah ke-32 ini menjadi pengingat bahwa perjalanan MTs Al Ma’had An Nur merupakan buah dari dedikasi panjang para pendiri, guru, dan seluruh civitas madrasah. Dengan semangat kebersamaan, madrasah ini diharapkan terus berkembang dan mampu melahirkan generasi unggul yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia.
“Selamat Hari Lahir ke-32 MTs Al Ma’had An Nur, Semoga terus mencetak siswa yang Berprestasi, Berilmu, Berkepribadian Qur’ani, Unggul dan Mandiri “