Bantul, 26 Agustus 2026 – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS MTs Kabupaten Bantul menggelar kegiatan pembelajaran sejarah bertajuk “Menelusuri Jejak Sultan Agung dan Mataram Islam di Bantul” pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di MTs Negeri 5 Bantul tersebut dimulai pukul 11.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh guru IPS MTs se-Kabupaten Bantul. dua guru MTs Al Ma’had An Nur mengikuti sebagai perwakilan madrasah, yaitu Siti Nur Lukluah, S.Pd. dan Ikhsanudin Dwi Rinanto, S.Sos. Kegiatan diawali sambutan Kepala TU MTs Negeri 5 Bantul, Ratna Hanifah, S.Pd.I., beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan MGMP serta menekankan pentingnya MGMP sebagai wadah strategis dan berharap kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar, Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua MGMP IPS MTs Kabupaten Bantul, Drs. Sumarno, M.A., beliau menyampaikan terima kasih kepada MTs Negeri 5 Bantul yang telah memfasilitasi kegiatan sehingga dapat terlaksana dengan baik selain itu juga berharap kegiatan dapat memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman para guru.
Memasuki acara inti, kegiatan diisi oleh Dr. Lilik Suharmaji, M.Pd. sebagai narasumber, beliau menjelaskan perkembangan Kerajaan Mataram Islam hingga masa pemerintahan Sultan Agung, materi diawali dengan membahas mengenai Kerajaan Pajang yang memiliki keterkaitan erat dengan awal perkembangan Mataram. Disampaikan bahwa Ki Ageng Pemanahan memperoleh wilayah Alas Mentaok dari Sultan Pajang. Selanjutnya, Ki Ageng Pemanahan bersama masyarakat dari daerah Selo, Grobogan, membuka dan mengembangkan wilayah tersebut hingga berkembang menjadi Kadipaten Mataram. Setelah Ki Ageng Pemanahan wafat, kepemimpinan dilanjutkan oleh Danang Sutawijaya atau Panembahan Senopati. Dalam perkembangannya, Pangeran Benowo menyerahkan kekuasaan Pajang kepada Mataram sehingga Mataram semakin berkembang menjadi kerajaan yang kuat. Pada masa pemerintahan Panembahan Senopati, wilayah kekuasaan Mataram mencakup kawasan yakni Sungai Progo dan Sungai Opak, dengan Gunung Merapi di sebelah utara dan Laut Selatan di sebelah selatan. Setelah Panembahan Senopati, pemerintahan Mataram dilanjutkan oleh Mas Jolang atau Panembahan Hanyokrowati. Setelah beliau wafat dalam perjalanan berburu di Krapyak, tampuk pemerintahan kemudian dilanjutkan oleh Sultan Agung, yang dikenal sebagai salah satu raja terbesar dalam sejarah Mataram Islam.

Kegiatan pembelajaran sejarah ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan para guru mengenai sejarah Mataram Islam, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk menghadirkan pembelajaran sejarah yang lebih menarik, kontekstual, dan dekat dengan lingkungan peserta didik. Dengan demikian, nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal yang terdapat di wilayah Bantul dapat terus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi muda.
Kontributor : Siti Nur Lukluah