Bantul, 9 Desember 2025 – Dalam rangka semarak Hari Amal Bakti ke-80, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul mengadakan lomba Madrasah Hebat 2025, yaitu ajang penilaian bagi lembaga pendidikan Islam mulai dari RA, MI, MTs, hingga MA. Penilaian tersebut mencakup berbagai komponen unggulan, antara lain: kualitas sumber daya manusia (pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa), sarana prasarana, serta fasilitas pendukung lainnya untuk mencetak lulusan yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi secara terampil. Adapun komponen penilaian Madrasah hebat meliputi: prestasi lembaga, prestasi guru, tenaga kependidikan dan siswa, pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, tertib administrasi, inovasi peningkatan kinerja kepala madrasah dan implementasi SOP madrasah.

Pada keikutsertaannya yang pertama, MTs Al Ma’had An-Nur berhasil meraih Juara 1 Madrasah Hebat tingkat MTs Swasta Tahun 2025. Prestasi ini ditetapkan melalui SK Nomor 480 Tahun 2025 tentang Penetapan Madrasah Hebat yang ditandatangani oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Bantul, H. Muntolib, S.Ag., M.S.I. Selanjutnya penyerahan penghargaan dilaksanakan di Aula PLHUT Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul dari dari pukul 09.00 sampai 11.00 WIB yang dihadiri oleh seluruh Kepala Madrasah dari berbagai jenjang, adapun penghargaan Madrasah Hebat untuk juara satu dan juara dua berhak mendapat piala, piagam, serta uang pembinaan.

Penghargaan tersebut disambut dengan penuh syukur dan kebanggaan oleh Kepala Madrasah, Muhammad Sabiq Abqorie, M.Pd. beliau menyampaikan bahwa penghargaan ini memiliki makna istimewa karena biasanya penghargaan diberikan kepada siswa, namun kali ini madrasah sebagai institusi yang meraihnya. Beliau berharap capaian ini dapat menjadi motivasi dan inspirasi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan serta pelayanan kepada siswa, “semoga penghargaan ini menjadi dorongan bagi seluruh warga madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan, sehingga MTs Al Ma’had An-Nur semakin maju dan berprestasi,” ujarnya.
