Bantul, 24 Agustus 2026 – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila MTs Kabupaten Bantul melaksanakan kegiatan penyusunan modul ajar pada Senin, 24 Agustus 2026, bertempat di MTs Negeri 2 Bantul. Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB hingga selesai tersebut diikuti oleh 25 guru Pendidikan Pancasila MTs se-Kabupaten Bantul. Kegiatan penyusunan modul ajar bertujuan untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Modul ajar tidak hanya berfungsi sebagai panduan bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, tetapi juga memuat berbagai komponen penting, seperti diferensiasi pembelajaran, asesmen formatif dan sumatif, serta strategi pembelajaran berbasis proyek. Dalam kegiatan tersebut, MTs Al Ma’had An-Nur turut berpartisipasi dengan mengirimkan dua guru sebagai perwakilan madrasah, yaitu Evi Meriani, S.Pd. dan Birrul Addini, S.Pd.I.
Ketua MGMP Pendidikan Pancasila MTs Kabupaten Bantul, Dra. Rahmi Prabawaty menjadi narasumber kegiatan, beliau menyampaikan bahwa modul ajar merupakan salah satu perangkat penting dalam pelaksanaan pembelajaran. Secara struktur, isi, dan tujuan, modul ajar memiliki keterkaitan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) karena sama-sama memuat rencana pembelajaran atau lesson plan, yang meliputi tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, media, serta asesmen dalam satu unit atau topik pembelajaran. Dalam penyusunannya, modul ajar mengacu pada Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang dikembangkan berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP). CP merupakan kompetensi yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik pada akhir suatu fase, sedangkan ATP merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun secara sistematis dan logis dalam satu fase pembelajaran. Modul ajar yang telah disusun kemudian dikumpulkan melalui Google Drive sesuai dengan kelas masing-masing untuk selanjutnya digunakan sebagai panduan dalam pelaksanaan pembelajaran.

Penyusunan modul ajar melalui MGMP menjadi salah satu bentuk kolaborasi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Pancasila. Melalui kegiatan tersebut, para guru dapat bertukar ide, berbagi pengalaman, serta menyusun perangkat pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Proses diskusi dan kerja sama juga dapat memperkuat pemahaman guru terhadap materi, metode, strategi, dan asesmen pembelajaran. Selain meningkatkan kualitas perangkat pembelajaran, penyusunan modul ajar secara bersama-sama melalui MGMP juga dapat meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga guru.
Kontributor : Evi Meriani