Sleman, 19 Juni 2026 – Kepala MTs Al Ma’had An-Nur menghadiri kegiatan Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (K2MTS) Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan di MTsN 1 Sleman pada Selasa (9/6/2026), pukul 09.00–13.00 WIB. Pertemuan ini diikuti oleh seluruh Kepala MTs se-DIY dengan K2MTS Kabupaten Sleman sebagai tuan rumah. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah, kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi rutin K2MTS DIY serta pembinaan dari Kepala Bidang Pendidikan Madrasah dan Kepala Bidang Kurikulum dan Kesiswaan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam pembinaannya, H. Sidik Pramono, S.Ag., M.Si., selaku Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, menyampaikan beberapa kebijakan strategis yang perlu menjadi perhatian seluruh madrasah. Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), beliau menegaskan pentingnya sinkronisasi jadwal pendaftaran dengan agenda Dinas Pendidikan agar pelaksanaan berjalan selaras. Selain itu, panitia SPMB diharapkan lebih cermat dalam melakukan verifikasi data calon peserta didik, khususnya terkait ketentuan batas usia maksimal masuk jenjang MTs, yaitu 15 tahun. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan informasi mengenai Perkemahan Siswa Madrasah (Perkasisma) yang akan diselenggarakan pada 19–21 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan Prambanan. MTs Negeri diwajibkan mengirimkan dua orang peserta sebagai perwakilan, sedangkan MTs Swasta diberikan keleluasaan untuk berpartisipasi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Selain itu, Kabid menjelaskan mekanisme Kontrak Prestasi Madrasah, di mana untuk madrasah negeri dokumen ditandatangani oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, sedangkan bagi madrasah swasta ditandatangani oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

Pembinaan berikutnya disampaikan oleh Hj. Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum., selaku Kepala Bidang Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag DIY. Dalam paparannya, beliau menyampaikan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) jenjang Madrasah Tsanawiyah. Beliau memberikan apresiasi atas capaian madrasah di Daerah Istimewa Yogyakarta, di mana nilai TKA jenjang MTs berhasil menjadi yang tertinggi di tingkat nasional. Beliau berharap di tahun berikutnya dapat mempertahankan, berikutnya Dalam rangka mendukung transformasi digital madrasah, Kanwil Kemenag DIY juga memperkenalkan beberapa aplikasi baru, antara lain:
a. SIDAMAY (Sistem Informasi Data Madrasah Yogyakarta), sebagai pusat pendataan madrasah yang terintegrasi se-DIY.
b. SIPANJATPADI (Sistem Informasi Pelaporan Tunjangan Profesi untuk Pengembangan Diri), sebagai sistem pelaporan tunjangan profesi guru.
c. JMD (Jogja Madrasah Digital), yang diproyeksikan menjadi “Rumah Besar Madrasah Digital” dengan mengintegrasikan berbagai layanan dan aplikasi madrasah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Melalui forum K2MTS DIY ini, diharapkan terjalin komunikasi, silaturahmi, serta kolaborasi yang semakin erat antarkepala madrasah dalam berbagi pengalaman, bertukar gagasan, dan meningkatkan mutu pengelolaan pendidikan.